Analisis Integratif Sistem Peradilan Nasional tentang Pelaksanaan Mediasi dalam Kasus Perceraian yang Diajukan oleh Istri di Pengadilan Agama
DOI:
https://doi.org/10.52029/pjhki.v3i2.376Keywords:
Mediation, Divorce Lawsuit, Substantive Justice, Women, Integrative ApproachAbstract
Divorce lawsuits filed by wives in Indonesia’s Religious Courts reflect evolving social dynamics and increasing legal awareness among women. Although mediation is mandated by PERMA No. 1 of 2016 and updated by PERMA No. 3 of 2022, its effectiveness in divorce cases remains questionable. This study aims to examine whether the current mediation system ensures substantive justice for women as plaintiffs and to identify the normative and structural challenges that hinder the integration of mediation into the national judicial system. Using a normative-empirical approach, this research analyzes legal norms, empirical data, and the socio-psychological context faced by women who file for divorce. Findings reveal that mediation is often reduced to a formalistic procedure, lacking sensitivity to gender dynamics and failing to provide a safe and equitable space for women. Normative barriers include the absence of gender-responsive regulations, while structural obstacles include insufficient training, lack of qualified mediators, and inadequate facilities. To overcome these challenges, an integrative approach is essential—one that combines legal, psychological, cultural, and gender perspectives. Reform strategies include regulatory revision, gender-based mediator training, multidisciplinary collaboration, and enhanced institutional support. Such reforms are expected to transform mediation into a more effective, fair, and human-centered mechanism for resolving marital disputes initiated by women.
References
Abidin, J., & Ahsan, K. (2023). Peran Mediator Dalam Menekan Angka Perceraian (Studi kasus di Pengadilan Agama Banyuwangi). Rayah Al-Islam, 7(3), 871–885. https://doi.org/10.37274/rais.v7i3.774
Anggraini, D., Catur, R., & Kusmayadi, R. (2025). Peran Tokoh Agama dalam Mediasi Sengketa Perkawinan di Desa Ringinsari Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, 03(01), 36–45.
Anugrah Reskiani, M. L. dan H. H. (2016). Kompetensi Mediator Dalam Menunjangan Keberhasilan Mediasi pada Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Makassar (Tinjauan Teoretis dan Faktual). Jurnal Diskursus Islam, 04(2), 421–436.
Arsa, K., Murjani, M., & Rachman, A. (2024). Paradigma Pengarusutamaan Gender Dan Anak Bagi Mediator Hakim Terhadap Perceraian. Mitsaq: Islamic Family Law Journal, 2(2), 195–213. https://doi.org/10.21093/jm.v2i2.8618
Ayatina, H., Mashabi, I., Alifa, H. L., Zahara, W., & Makfi, M. M. (2021). Peran Hukum Keluarga Sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia. At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 3(2), 721–730. https://doi.org/10.20885/tullab.vol3.iss2.art1
Azizah. (2025). LAPTAH 2025, DENGAN INTEGRITAS PERADILAN BERKUALITAS. Retrieved from https://mahkamahagung.go.id/id/berita/6664/laptah-2025-dengan-integritas-peradilan-berkualitas
Badilag, M. A. (2023). Tembus 1.605 Perkara yang Diterima Tahun 2022, Cerai Gugat Tetap Mendominasi. Retrieved from https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-peradilan-agama/berita-daerah/tembus-1-605-perkara-yang-diterima-tahun-2022-cerai-gugat-tetap-mendominasi
Dermawan, D. (2019). Implementasi Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Retrieved from https://www.pta-jambi.go.id/11-artikel/3870-implementasi-peraturan-mahkamah-agung-ri-nomor-1-tahun-2016-tentang-prosedur-mediasi-di-pengadilan
Dewi, N. C. (2025). Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Bukittinggi. Sakato: Law Journal, Vol. 3(1), 191–202.
EMK Alidar, Rispalman, R. M. (2022). Faktor Penyebab Isteri Tidak Memenuhi Kewajiban Terhadap Suami Dalam Rumah Tangga (Analisis Terhadap Dampak Ketidakharmonisan Dalam Rumah Tangga di KUA Kecamatan Syiah Kuala). JURNAL EL-HADHANAH: INDONESIAN JOURNAL OF FAMILY LAW AND ISLAMIC LAW Vol. 2, No. 2, Desember 2022, Page 219-245, 2(2), 219–245. https://doi.org/JURNAL EL-HADHANAH: INDONESIAN JOURNAL OF FAMILY LAW AND ISLAMIC LAW Vol. 2, No. https://doi.org/10.22373/hadhanah.v2i2.1697
Haq, M. A. (2019). Analisis Mediasi Dalam Kasus Gugatan Perceraian (Studi Kasus Putusan Nomor 113/Pdt.G/2018/PA.SKA). Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/79118%0Ahttp://eprints.ums.ac.id/79118/1/NASKAH PUBLIKASI.pdf
Hasanah, U., & Meilano, D. (2021). Studi Pemikiran Siti Musdah Mulia Terhadap Tindak Pemukulan Kekerasan Rumah Tangga Sebagai Alasan Tahapan Perceraian Dalam Hukum Islam. Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(2), 117–130. https://doi.org/10.19109/ujhki.v5i2.10683
Hermanto, A., Hidayat, I. N., & Hadaiyatullah, S. S. (2021). Peran dan Kedudukan Mediasi di Pengadilan Agama. As-Siyasi : Journal of Constitutional Law, 1(2), 34–59. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v1i2.11292
Hidayat, A., & Chandra Kumala, A. (2021). Mengadvokasi Ketidaksetaraan Gender (Peran Negara dan Hegemoni Budaya Patriarki): Study pada Rifka Annisa Woman Crisis Centre (WCC) Yogyakarta. Jurnal PolGov, 2(2), 365–405. https://doi.org/10.22146/polgov.v2i2.1864
Islamy, A., & Abduh, M. (2023). Putusan Hakim Atas Pemenuhan Hak-Hak Istri Pada Kasus Cerai Gugat Dalam Perspektif Cedaw. HUNILA: Jurnal Ilmu Hukum Dan Integrasi Peradilan, 1(2), 51–62. https://doi.org/10.53491/hunila.v1i2.535
Jalil, A. (2023). MUATAN KESETARAAN GENDER DALAM PELATIHAN FASILITATOR KELUARGA SAKINAH DI.
Jumadiah, J. (2015). Proses Penyelesaian Perkara Perceraian Melalui Mediasi di Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe. FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 1–12. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v6no2.328
Junus, N., Sarson, M. T. Z., Elfikri, N. F., & Muntholib, J. W. (2024). Integration of Mediation in Divorce Cases Reviewed from Supreme Court Regulation on Court Mediation Procedures. Jambura Law Review, 6(1), 183–205. https://doi.org/10.33756/jlr.v6i1.19370
Khairunisa, T., Haliyah, D., & Fadhil, M. (2022). Problematika Mediasi Perkara Perceraian Berdasarkan Pengalaman Hakim Mediator Pada Pengadilan Agama Singkawang. Al-Usroh, 2(2), 347–359. https://doi.org/10.24260/al-usroh.v2i2.682
Komara, I., Saputra, H. A., Setiowati, D., & Sarip, S. (2024). Dalam Perceraian Pra-Litigasi, 7, 7587–7592.
Lanteng, M. (2025). Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2016, Mediasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa di Pengadilan. Retrieved from https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-parepare/baca-artikel/17668/Peraturan-Mahkamah-Agung-Perma-Nomor-1-Tahun-2016-Mediasi-sebagai-Alternatif-Penyelesaian-Sengketa-di-Pengadilan.html
Maharani:, D. Y. (2025). Perjalanan Membangun Ruang Damai dalam Reformasi Hukum Indonesia. Retrieved from https://www.hukumonline.com/berita/a/dhea-yulia-maharani--perjalanan-membangun-ruang-damai-dalam-reformasi-hukum-indonesia-lt68104734c22f8/
Maharani, R., & Lubis, F. (2025). Strategi Mediasi dalam Menekan Kasus Perceraian Dini di Pengadilan Agama Medan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(1), 223–234. https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i1.4072
Mahkamah Agung, P. (2016). PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016. Mahkamah Agung, 84(1), 31–46. https://doi.org/10.1093/aristotelian/84.1.31
Mariyawati, M., Wulan, T. R., Muslihudin, M., Wuryaningsih, T., & Sutoyo, I. S. (2023). Pendampingan Terhadap Perempuan Pekerja Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kabupaten Banyumas. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(2), 310–342. https://doi.org/10.20961/jas.v12i2.66258
Maryam, R., & Irianto, S. (2023). Exploring Efficacy: A Study of Simple and Complex Approaches to Divorce Mediation. Lentera Hukum, 10(3), 331–364. https://doi.org/10.19184/ejlh.v10i3.43726
Mega Haryuni, Muhammad Darwis, & Arisman. (2024). Karakterisritik Keberhasilan Mediasi Perceraian Di Pengadilan Agama Bengkalis Berdasarkan Perma No. 1 Tahun 2016. Yustisi, 11(3), 297–310. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i3.17897
Mukhlis, S. (2020). Peran Mediasi Dalam Rekonsiliasi Rumah Tangga Dari Perspektif Gender. Krtha Bhayangkara, 14(2), 221–235. https://doi.org/10.31599/krtha.v14i2.282
Nafisaadullah, P. N., & Syawali, H. (2016). Bandung Conference Series: Law Studies Implementasi Mediasi dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Bandung Kelas I A, 465–471. Retrieved from https://doi.org/10.29313/bcsls.v2i1.892
Nursobah, A. (2022). Mediasi Elektronik Dukung Ekosistem Peradilan Elektronik. Retrieved from https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/prosedur-berperkara/2136-mediasi-elektronik-dukung-ekosistem-peradilan-elektronik
Pamekasan. (2025). Pasangan Berhasil Rukun berkat Mediator di Ruang Mediasi Pengadilan Agama Pamekasan. Retrieved from https://pa-pamekasan.go.id/Pasangan-Berhasil-Rukun-berkat-Mediator-di-Ruang-Mediasi-Pengadilan-Agama-Pamekasan
Pengadilan, jakarta pusat. (2024). MONITORING DAN EVALUASI MEDIATOR HAKIM NON HAKIM TRIWULAN II PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT. Retrieved from https://pa-jakartapusat.go.id/monitoring-dan-evaluasi-mediator-hakim-non-hakim-triwulan-ii-pengadilan-agama-jakarta-pusat/
Pramuningtias, E. I., & Hasanah, U. (2025). Efektivitas Implementasi Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Medan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(1), 211–222. https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i1.4064
Putra Anindito, M. A., & Safriani, A. (2021). Efektivitas Pelaksanaan Mediasi Dalam Perkara Gugatan Cerai Pasca Berlaku Perma No. 1 Tahun 2016 Di Pengadilan Agama Makassar Kelas Ia. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 2(3), 593–611. https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i3.21422
Redaksi. (2025). Menimbang Ulang Mediasi Perceraian dalam Kerangka Keadilan Gender. Retrieved from https://harianntb.com/berita/2025/05/18/4746/lainnya/opini-cerita/
Rika Saraswati, V. Hadiyono, Yuni Kusniati, E. B. (2020). PERANAN MEDIATOR HAKIM DAN MEDIATOR NON HAKIM MELINDUNGI HAK-HAK ANAK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN, 159–179.
Riyanto, M. H. (2018). Eksistensi Mediasi Terhadap Perkara Perceraian Di Wilayah Pta Makassar. Jurisprudentie : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah Dan Hukum, 5(1), 124. https://doi.org/10.24252/jurisprudentie.v5i2.5435
Rizky Silvia Putri, A. M. (2021). Implementasi Peraturan Mahkamah Agung No.3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili … | 1, 4(3), 1–17.
Rosa, A. J., Septiani, D., Mubarok, F., Safina, M., & Haq, V. A. (2022). Peran Gerakan Perempuan Mahardhika Dalam Melawan Diskriminasi Dari Budaya Menindas dan Kemiskinan. Jurnal Multidisiplin West Science, 1(02), 234–244. https://doi.org/10.58812/jmws.v1i02.61
Saifullah, M. (2014). Integrasi Mediasi Kasus Perceraian Dalam Beracara Di Pengadilan Agama. Al-Ahkam, 24(2), 243. https://doi.org/10.21580/ahkam.2014.24.2.148
Saputra, E. (2025). Mendesain Ulang Keadilan : Reformasi Hukum Perceraian dalam Sistem Peradilan Agama, 03(03), 1688–1707.
Seputar Peradilan. (2022). Modernisasi Ruang Mediasi Pengadilan Agama Negara. Retrieved from https://www.pa-negara.go.id/seputar-peradilan/modernisasi-ruang-mediasi-pengadilan-agama-negara
Sururie, R. W. (2012). Implementasi mediasi dalam sistem peradilan agama. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 12(2), 145. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v12i2.145-164
UN Women, I. (2023). In Indonesia: Strengthening gender-responsive community justice. Retrieved from https://asiapacific.unwomen.org/en/focus-areas/governance/womens-access-to-justice/projects/a2j-Indonesia-Strengthening-gender-responsive-community-justice
Wicaksana, Y. S. W. (2023). Keberhasilan Mediasi Cerai di Malang Sangat Rendah. Retrieved from https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/813048633/keberhasilan-mediasi-cerai-di-malang-sangat-rendah
Yasin, M. (2025). Aturan Mediasi di Pengadilan Perlu Direvisi. Retrieved from https://www.hukumonline.com/berita/a/aturan-mediasi-di-pengadilan-perlu-direvisi
Yoga, M. A. A., Dewi, A. A. S. L., & Widyantara, I. M. M. (2022). Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Perceraian Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Interpretasi Hukum, 3(3), 1–23.
Yunior, L. S. (2024). Pelatihan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial untuk Staf INFID. Retrieved from https://infid.org/pelatihan-pengarusutamaan-kesetaraan-gender-dan-inklusi-sosial-untuk-staf-infid/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Zidan Arzaki Putra, Humaidikaha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini adalah jurnal akses terbuka di seluruh dunia. Semua artikel yang diterbitkan dapat diakses oleh pembaca secara pribadi atau melalui institusi. Pembaca berhak membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke semua artikel di Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam.
Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs web jurnal hanya akan digunakan khusus untuk tujuan publikasi jurnal dan tidak akan digunakan untuk tujuan lain atau oleh pihak lain manapun.
Penulis menyatakan dengan sesungguhnya bahwa naskah yang diserahkan ke Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam bebas dari plagiarisme dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain manapun.

