Understanding the Decline in Marriage Rates in Indonesia: a Maqashid Asy-Syari'ah Analysis Using Jasser Auda’s Systems Theory
DOI:
https://doi.org/10.52029/pjhki.v3i1.278Keywords:
Decline in Marriage Rates, Factors, Decline in marriage rates, factors, Jasser Auda system theoryAbstract
Marriage is an important event. In Indonesia, there has been a new trend among Indonesian young people towards postponing marriage. This is in accordance with BPS data, there is a decrease in the marriage rate during 2018-2023. This type of research is doctrinal legal research that a type of research that focuses on understanding and analyzing applicable legal regulations, legal doctrine, and legal rules. Research based on literature from law books, books, journals and the internet. The analysis of this research is based on maqashid asy syari'ah. This research produces several factors that have caused the decline in marriage rates in Indonesia, including: an increase in divorce, fear of the risk of divorce, changes in the mindset of the younger generation and their readiness for marriage. study of factors through the 5 features of Jasser Auda's maqashid asy syari'ah Islamic legal system theory, namely: cognitive character, comprehensiveness, openness, multidimensionality, and purposefulness. Marriage is the right of every human being with legal provisions that vary according to each person's circumstances.
References
Angka Perkawinan di Indonesia Terus menurun dalam 6 Tahun Terakhir. (2024, March 6). CNN Indonesia.
Arwa Sya’ima, Widiyanto, & Zainal Arifin. (2024). Marriage decline rate phenomenon in indonesia and its relevance to marriage encouragement in islam. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 03(02), 80–87.
Azizah Fadhilah Adhani & Acep Aripudin. (2024). Perspektif Generasi Z di Platform X Terhadap Penurunan Angka Pernikahan di Indonesia. J-KIs Jurnal Komunikasi Islam, 5(1).
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. (2016). KBBI V. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. kbbi.kemdikbud.go.id
Brandon G Wagner, Kate H Choi, & Philip N Cohen. (2020). Decline in Marriage Associated with the COVID-19 Pandemic in the United States. Socius: Sociological Research for a Dynamic World, 6, 1–8.
Dahlan, Abd. R. (2011). Ushul Fiqh. Jakarta: Amzah, 2011. Amzah.
Hendi Syubhan Syafii. (2021). PEMBARUAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENURUNAN ANGKA PERKAWINAN ANAK DI KUA KECAMATAN POSO KOTA. TRANSFORMASI : JOURNAL OF MANAGEMENT, ADMINISTRATION, EDUCATION, AND RELIGIOUS AFFAIRS, 3(2).
Hilman Hadikusuma. (1997). Hukum Kekerabatan Adat. Fajar Agung.
Hilmi Setiawan. (2025, January 6). Pernikahan Turun Drastis Sepanjang 2024 Hanya 1,5 Juta Akad, Masyarakat Menunggu Mapan Ekonomi. JawaPos.Com. https://www.jawapos.com/nasional/015494145/pernikahan-turun-drastis-sepanjang-2024-hanya-15-juta-akad-masyarakat-menunggu-mapan-ekonomi#goog_rewarded
Idhamy, D. (1984). Idhamy, Dahlan. Azas-Azas Fiqh Munakahat Hukum Keluarga Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1984. Al-Ikhlas.
Indira Setia Ningtias. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Angka Perkawinan di Indonesia. Jurnal Registratie, 87–98.
Indonesia, B. P. S. (n.d.). Nikah<sup>2,3,4</sup> dan Cerai<sup>1,3,5</sup> Menurut Provinsi, 2023—Tabel Statistik. Retrieved October 16, 2024, from https://www.bps.go.id/id/statistics-
table/3/VkhwVUszTXJPVmQ2ZFRKamNIZG9RMVo2VEdsbVVUMDkjMw==/nikah-dan-cerai-menurut-provinsi.html?year=2020
Jasir ’Audah. (2015). Membumikan Hukum Islam Melalui Maqasid Syariah. Mizan.
Jumlah Pemuda Lajang di Indonesia Lebih Tinggi dari yang Kawin | Databoks. (n.d.). Retrieved October 16, 2024, from https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/cc6d95111d45c3e/jumlah-pemuda-lajang-di-indonesia-lebih-tinggi-dari-yang-kawin
Marsha Garrison. (2007). The Decline of Formal Marriage: Inevitable or Reversible? Family Law Quarterly, 41(03).
Menteri PPPA: Angka Perkawinan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen, Lampau Target RPJMN. (2024, Mei).
Nanda Istiqomah, Winarto, & Mochamad Akbar Bangkit. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penundaan Pernikahan Rentang Usia 28-40 Tahun. Al-Isyrof Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1).
Sigit Sapto Nugroho, Anik Tri Haryani, & Fakhani. (2020). Metodologi Riset Hukum. Oase Pustaka.
Soerjono Soekanto & Sri Mamuji. (1995). Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada.
Syarifuddin, A. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Kencana.
Tgk. Safriadi. (2021). Maqashid Al-Syari’ah & Maslahah: Kajian Terhadap Pemikiran Ibnu ’Asyur dan Sa’id Ramadhan Al Buthi. Sefa Bumi Persada.
Tihami & Sohari Sahrani. (2022). Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap. Rajawali Pers.
Undang-Undang R. I. Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (p. 2). (2014). Citra Umbara.
UU No. 40 Tahun 2009. (n.d.). Database Peraturan | JDIH BPK. Retrieved October 16, 2024, from http://peraturan.bpk.go.id/Details/38784/uu-no-40-tahun-2009
Zaeni Asyhadie, Sahruddin, Lalu Hadi Adha, & Israfil. (2022). Hukum Keluarga Menurut Hukum Positif di Indonesia. Rajawali Pers.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dwi Arini Zubaidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini adalah jurnal akses terbuka di seluruh dunia. Semua artikel yang diterbitkan dapat diakses oleh pembaca secara pribadi atau melalui institusi. Pembaca berhak membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke semua artikel di Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam.
Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs web jurnal hanya akan digunakan khusus untuk tujuan publikasi jurnal dan tidak akan digunakan untuk tujuan lain atau oleh pihak lain manapun.
Penulis menyatakan dengan sesungguhnya bahwa naskah yang diserahkan ke Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam bebas dari plagiarisme dan belum pernah dipublikasikan di jurnal lain manapun.

