Peran Mahasiswa Kpm Dalam Mengaplikasikan Pemahaman Hukum Islam Bagi Masyarakat Di Desa Gunung Musara Kecamatan Bener Kelipah Terhadap Tuak Dan Kawa-Kawa Untuk Menghangatkan Badan
Keywords:
Mahasiswa Kpm, Pemahaman Hukum Islam, Masyarakat, Desa Gunung Musara, Tuak Dan Kawa-KawaAbstract
Penelitian ini mengkaji peran Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemuda yang sering mengkonsumsi tuak dengan berbagai alasan, termasuk sebagai penghangat tubuh. Namun, dalam perspektif Islam, konsumsi tuak dikategorikan sebagai khamr yang dilarang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat pemahaman keagamaan di kalangan remaja desa tersebut, sehingga mereka beranggapan bahwa tuak tersebut boleh dikonsumsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat agar tidak meminum tuak sebagai upaya menghangatkan badan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara dengan beberapa kelompok masyarakat yang memiliki perspektif berbeda mengenai konsumsi tuak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat dalam masyarakat; sebagian mengikuti hukum Islam yang melarang konsumsi tuak karena kandungan alkoholnya, sementara sebagian lainnya menganggap bahwa jika tidak memabukkan dan dikonsumsi dalam batas tertentu, maka diperbolehkan. Studi ini juga mengkaji alternatif yang dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh tanpa melanggar aturan agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program KPM efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keagamaan di kalangan remaja, yang diharapkan dapat berdampak positif terhadap pembentukan karakter dan perilaku mereka di masa mendatang.

